081286968485

Khotmil dan Nuzulul Quran di Masjid Jami AL ITTIHAD Boponter.

$rows[judul]

Khotmil dan Nuzulul Quran di Masjid Jami AL ITTIHAD Boponter. 

Boponter – Sabtu 07 Maret 2026 M bertepatan dengan 17 Ramadhan 1447 H Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami’ Al Ittihad, Bojong Pondok Terong, Cipayung, Kota Depok mengadakan khotmil qur’an dan memperingati nuzulul qur’an. Acara dimulai pukul 16.00 – 18.15 wib, do’a ahli kubur dan khatmil al-qur’an sampai waktu buka puasa dan shalat maghrib, dilanjutkan shalat ‘Isya dan tarawih berjama’ah pukul 20.00 wib kemudian nuzulul qur’an hingga pukul 23.00 wib.  

Semakin berkah karena acara dihadiri para ‘alim ‘ulama dan umaro, diantaranya; KH Bahrudin Toyyib dan KH Sonhaji, Pimpinan Ponpes As-Salamah, KH. Samullah Ketua DMI Kecamatan Cipayung, KH. Salikin Ahmad, KH. Abdul Azis Kosim, DR. HM Abduh, MM, M.Si, KH. Ahmad Furqon, S.Ip, M.Si Pimpinan Ponpes Ar-Rahmaniyyah, DR. KH. Marullah Matalli, LC, M.Ag (Pengasuh Majlis Tak’lim Nurul Bayan), Ust. Zikril Hakim, SE, Ust. Ahmad Zamzami Darmaji, S.Pd.I, Ust. HM. Badrudin Ali, SS, M.Pd, Ust. H. Ja’wani Asir, Ust. H. Abdul Hamid Aselih, Ust. HM. Rusli Widya Permana, SE, KH. Moh. Ali Hanafi, H. Muhammad Reza (Camat Cipayung), dan lainnya.   

Pembukaan dan sambutan disampaikan oleh Ustadz Abdul Rokib Asman sebagai Pj. Ketua DKM Al Ittihad dan Ketua RW 004 Bojong Pondok Terong, beliau menyampaikan, berharap masyarakat wilayah Bojong Pondok Terong gemar membaca dan memahami Al-Qur’an dan berkarakter Islami sesuai tema acara nuzulul qur’an, dan kemaren malam terjadi tawuran di wilayah Cipayung, karena Kelurahan Bojong Pondok Terong yang diapit dua jalan raya, yaitu; Jalan Raya Citayam dan Jalan Raya Cipayung sehingga sangat besar peluangnya terjadi keributan. Untuk itu peran orangtua sangat diharapkan untuk menjaga anak-anaknya yang menginjak remaja dan dewasa.

Begitu juga sambutan Camat Cipayung, H. Muhammad Reza yang menyampaikan salam dari Walikota Depok H. Sopyan Tsauri mohon maaf beliau tidak bisa hadir karena ada tugas di tempat lain. Saya mewakili beliau, kita memang sangat prihatin saat ini bahwa masyarakat sudah mulai jauh dari norma Al-Quran, bahkan Pengurus Masjid pun menolak ketika diberikan bantuan atau sumbangan berupa Al-Qur'an dengan alasan yang lama juga masih pada bagus.

Selanjutnya pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran yang dilantunkan oleh ust Muhammad Fadli Syahri (Qori Kota Depok) dengan suara merdu dan menyentuh hati.

Tausyiah disampaikan oleh DR. KH. Marullah Matali, LC, M.Ag, Pengasuh Majlis Tak’lim Nurul Bayan, beliau menjelaskan; sebelumnya saya pernah mengisi pengajian di Masjid Jami’ Al Ittihad sekitar 35 tahun yang lalu, menggantikan sementara orangtua Abuya KH Raden Zarkasih Amin bin KH. Moh. Amin (alm). Dan saya sudah berjanji kepada orangtua untuk melanjutkan pengajian di seluruh Majelis Taklim Nurul Bayan.

Malam ini kita bisa hadir memperingati malam Nuzulul Qur'an yang diyakini bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang diturunkannya Kitab Suci Al-Qur'an. Membahas Seputar turunnya Al-Qur'an secara rinci dan bukti-bukti bahwa ayat-ayat Al-Qur’an itu benar adanya bukan karangan dan buatan Nabi Muhammad Saw. Ayat Al-Qur’an turun secara bertahap satu persatu, dan yang pertama turun adalah surat Al-Alaq ayat 1-5, melalui Malaikat Jibril As, turun sesuai kebutuhan, situasi dan kondisi atau karena sebab tertentu (asbabun nuzul) dan secara sekaligus setiap malam Lailatul Qadar. Semoga kita mendapatkan malam Lailatul Qadar dengan lompatan perhitungan Allah Swt.

Bulan ramadhan adalah bulan bonus untuk umat Nabi Muhammad Saw yang mendapatkan lipatan pahala, yang sunnah diganjar wajib, yang wajib diganjar berlipat pahala hingga seribu bulan. Bedanya Al-Qur'an dengan Injil, Taurat, Zabur walaupun kitab suci tetapi bukan mukjizat sedangkan Al-Qur'an adalah mukjizat Istimewa Nabi Muhammad Saw.

Ramadhan adalah bulan istimewa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai panduan untuk meningkatkan ketakwaan, amal shaleh, membersihkan jiwa. Ramadhan juga disebut bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan Allah Swt. Dan salah-satu keistimewaannya adalah diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia. Selain itu, Al-Qur’an merupakan mukjizat paling agung yang diterima Nabi Muhammad Saw, kitab suci terakhir ini melebihi kitab-kitab suci sebelumnya, yaitu Taurat, Injil, dan Zabur.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah Saw bersabda; “Mushaf Nabi Ibrahim As diturunkan pada pertama bulan Ramadhan. Kitab Taurat diturunkan pada hari keenam Ramadhan. Injil diturunkan pada tanggal 13 Ramadhan. Zabur diturunkan pada tanggal 18 Ramadhan. Al-Qur’an diturunkan pada tangal 24 Ramadhan.” (HR At-Thabrani dan Al-Baihaqi dalam Kitab Syu’abul Iman, dan Imam Al-Asbihani dalam Kitab At-Targhib).

Dalam kadar perhitungan Allah Swt dalam satu hari, dengan hitungan kadar manusia sangat berbeda, lamanya 1000 tahun. Dalam Al-Qur’an surat As Sajadah ayat 5, Allah Swt berfirman: “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu (manusia)”.

KH. Marullah menceritakan kisah seorang peneliti asal Prancis. Maurice Bucaille (1920-1998) adalah seorang dokter bedah dan ilmuwan asal Prancis yang terkenal dengan karyanya di bidang kedokteran dan studi Al-Quran. Perjalanan hidupnya yang penuh warna mencerminkan transformasi spiritual yang mendalam dan mengejutkan banyak orang di seluruh dunia ketika ia memutuskan untuk memeluk Islam.

Maurice Bucaille lahir di Pont-l'Évêque, Prancis, pada tahun 1920. Ia menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Paris dan meraih gelar dokter bedah. Selama bertahun-tahun, Bucaille membangun reputasinya sebagai seorang dokter yang kompeten dan dihormati. Namun, titik balik dalam hidupnya datang ketika ia terlibat dalam penelitian mumi Firaun di Mesir, Ramses II, pada tahun 1975.


Ketika Pemerintah Mesir meminta bantuan Prancis untuk meneliti dan memulihkan mumi Ramses II yang mengalami kerusakan, Bucaille diundang untuk memimpin tim medis yang ditugaskan untuk misi ini. Selama proses penelitian, Bucaille menemukan fakta-fakta yang mengejutkan tentang mumi tersebut, terutama tentang penyebab kematian Ramses II yang diduga terkait dengan peristiwa Al-Quran tentang Fir’aun yang tenggelam saat mengejar Nabi Musa As dan Bani Israel.


Allah Swt berfirman; “Pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar kamu menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelah kamu. Sesungguhnya kebanyakan manusia benar-benar lengah (tidak mengindahkan) tanda-tanda (kekuasaan) Kami”. (QS. Yunus : 92).  


Temuan ini membuat Bucaille tertarik untuk mempelajari Al-Quran lebih dalam. Dia mulai mempelajari teks-teks keagamaan, membandingkan dengan pengetahuan ilmiah modern, dan menemukan banyak kesamaan yang mengejutkan antara wahyu Al-Qur’an dan penemuan ilmiah kontemporer. Hasil penelitian dan refleksi Bucaille dituangkan dalam bukunya yang terkenal, "La Bible, le Coran et la Science" (Alkitab, Al-Quran, dan Sains) yang diterbitkan pada tahun 1976. Dalam buku ini, Bucaille membahas keselarasan antara fakta-fakta ilmiah yang ditemukan di zaman modern dengan apa yang telah diungkapkan dalam Al-Qur’an lebih dari 1.400 tahun yang lalu. Buku ini mendapatkan perhatian luas dan diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, mempengaruhi banyak pemikiran di dunia Islam dan Barat.


Melalui penelitiannya, Maurice Bucaille menemukan keyakinan yang semakin kuat bahwa Al-Quran adalah kitab suci yang diturunkan dari Tuhan yang Maha Esa. Sehingga pada akhirnya, pengakuan ini membawa Bucaille kepada Islam. Dia secara resmi memeluk Islam setelah mempelajari dan memahami lebih dalam ajaran agama ini.


Keputusannya untuk menjadi seorang Muslim adalah hasil dari pencarian intelektual dan spiritual yang panjang, serta keyakinannya bahwa Islam menawarkan kebenaran yang selaras dengan ilmu pengetahuan. Sesuai dengan Firman Allah Swt; “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri sehingga jelaslah bagi mereka bahwa (Al-Qur’an) itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (QS. Fusilat ayat 53).


Dalam penutupnya, KH. Marullah mengajak mari kita membaca pesan-pesan Allah Swt (WA istilah medsos kini) sehingga Dia mengetahui bahwa hamba-Nya begitu ta’at kepada firman-Nya.

Wallahua’lam bishshowab. Barokallahu fii kum.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)

Instagram Feeds