Depok. Kutatap kembali rute jalan Ramadhan, ternyata setengah bulan sudah waktu
berjalan, rasanya belum cukup jauh kucapai tujuan, meski mulai banyak yang
gugur dari telusur jalannya, namun ku masih berjuang memeluk erat waktu, agar
tak lekas ia lepas dari dekapan.
Kemanakah rasa rindu yang dahulu menggebu, rasa cinta yang lalu menggelora tuk
bertemu kekasih Ramadhan, bukankah dahulu siang dan malam terucap harap dalam
doa di lepas malam? Mengapa Sang impian kini begitu mudah kita sia-siakan? ya
Allah ajarkan hamba agar tak menjadi cengeng dengan keadaan, bak anak kecil
yang sudah mendapat pemberian namun dalam kelalaian ia masih berteriak
kekurangan.
Mari kita bingkai cinta yang membalut diri ini dalam ketaatan, agar ia tidak
bersemai tanpa keindahan dan agar keindahannya tak mudah pudar sebelum
memuaskan banyak orang. Tataplah sahabat, rahmat dan barokah Allah masih
mengucur deras, semestinya bukan hanya sekedar basah tetapi kita mampu berenang
dalam samuderanya.
Tulis Komentar