Depok. Ramadhan telah memasuki hari yang kedelapan belas, semoga nikmat lisan yang terbasahi dzikir masih setia mendendangkan tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir serta lafazh al Quran, semoga pandangan masih terjaga di bawah sinarnya, pendengaran masih tajam mencari ridho-Nya, dan hati hanyut dalam kepuasan syukur atas nikmat-nya.
Kumasih mencari secercah cahaya menerangi jalan, kutertuju pada penggalan ayat berikut, artinya: โbulan Ramadhan adalah yang diturunkan padanya Al Quran..โ (Q.S. Al baqoroh: 185)
Ternyata ia satu-satunya nama bulan yang disebut dalam Al Quran, sekaligus menjadi waktu yang dipilih untuk turunnya Al Quran, sementara ia adalah firman. Betapa bergetar diri ini saat kutahu bahwa Al Quran adalah satu-satunya perkataan selain perkataan manusia yang dapat kita baca dan fahami, bahkan ia bukan perkataan makhluk tapi Dzat yang menciptakan, memberi rezeki, dan memelihara kita serta memberikan petunjuk kepada kita, maka wajar jika ia menjadi nikmat pertama yang disebutkan dalam surat Arrahman yang menyebutkan deretan nikmat-nikmat Allah SWT yang mengagumkan.
Maka bagaimana mungkin tak merasa bangga membacanya, atau tak merasakan sejuk nikmat membacanya, atau tak mendapat pencerahan petunjuknya.. rasanya tak mungkin bila koran, majalah, televisi, internet atau yang lainnya lebih kita butuhkan daripadanya.. sahabat hanya ada dua pilihan apakah Al Quran akan memuliakan derajat kita karena fungsinya, ataukah ia akan menghinakan kita karena kita lalaikan manfaatnya.
Tulis Komentar