Teheran, (28-02-26). Ledakan dahsyat dan dentuman menggelegar yang menimpa Ibu kota Iran, Teheran dan Kota-kota lainnya akibat ulah agresi militer Zionis Israel - Amerika Serikat (ZI-AS), bukan saja menggetarkan hati rakyat dan para Pemimpin Pemerintah Republik Islam Iran, melainkan seluruh rakyat dunia. Begitu juga suara hati rakyat Palestina yang penuh dengan penindasan kaum kuffar.
Ketika dentuman rudal dan bom itu menggetarkan hati dan mengoyak dada semua rakyat. Detak jantung hampir terhenti, jiwa yang terasa begitu melayang tinggi. Seolah dia menari-nari di atas angin hingga tak bisa menahan air mata. Tulisan ini merupakan sekilas jeritan hati warga Iran dan Palestina yang menjadi korban kebiadaban dan kepentingan duniawi.
Wahai para pemimpin dunia, katakan yang sesungguhnya apa yang kalian cari di dunia ini?, jangan kalian berdalih semaunya dengan alasan yang tidak masuk akal dan serbuan bertubi-tubi yang telah menghancurkan rasa dan harapan masa depan kami. Jangan takuti dan intimidasi kami yang tidak tahu apa-apa.
Cinta sejati kami terhadap tanah air tidak akan pernah berakhir, disaat ia telah menemukan tempat untuk bersemi. Mencintai adalah memberikan seluruh jiwa tanpa mengharapkan imbalan, tentu saja akan kami korbankan demi harga diri bangsa dan jati diri. Cinta tidak butuh kata-kata, tetapi cukup dengan perbuatan dan ketulusan. Cinta sejati kami akan semakin tumbuh dan kuat tertanam manakala di ganggu. Jarak bukan penghalang karena kami adalah pejuang.
Terkadang cinta mempunyai alasan, bahwa hidup akan terasa indah, walau yang kami hadapi sangat penuh dengan tantangan dan perlu perjuangan. Demi cinta tanah air kami tempuh segala rintangan dan penghalang, agar cinta kami tidak pernah hilang, ia hanya perlu menunggu waktu yang tepat, suatu saat nanti kebahagiaan dan kemenangan akan kami raih.
Semula kami memang sangat membenci para pemimpin yang terus berperang dan berperang. Sehingga begitu banyak yang dijadikan korban. Tetapi, kini kami menyadari bahwa yang mereka perjuangkan adalah demi membela dan menyelamatkan aset bangsa, tanah air agar tidak dikuasai dan dirampas oleh negara-negara dan para penjajah.
Dengarkan getaran hati kami wahai para penjajah dengan kalimat โHubbul Wathon Minal Imanโ.
Tulis Komentar