Keterangan Gambar : pengingat
Depok – Pagi itu suasana cuaca sangat cerah dengan sinaran matahari pagi dari ufuk Timur yang dapat memberikan banyak manfaat bagi kehidupan; membantu meringankan gejala depresi, menjaga kesehatan tulang, membantu mengatasi masalah kulit, serta dapat meningkatkan kualitas tidur yang baik. Tidak ada tanda-tanda cuaca mendung, gumpalan awan apalagi hujan dan angin ribut.
PLN Mengingatkan.
Namun tiba-tiba beredar informasi melalui pesan medsos whatsapp bahwa PLN mengumumkan akan ada pemadaman listrik nanti mulai jam 3 sore. Setiap yang menerima pesan itu langsung merespon; siapkan lampu darurat, penuhi powerbank, cabut colokan alat elektronik, isi penuhi toren air, penuhi kolam, ember yang ada, dan isi penuh baterai ponsel, serta gunakan air secukupnya, dan mempersiapkan segala sesuatunya.
ALLAH SWT Mengingatkan.
Allah Ta'ala telah mengingatkan tentang kematian melalui Al-Qur'an sebagai batas kepastian hidup, terdapat dalam QS. Ali Imran: 185, QS. Al-Jumu'ah: 8, dan QS. Al-Munafiqun: 11, agar manusia segera menyiapkan bekal berupa amal shaleh.
Ayat-Ayat Al-Qur'an tentang Kematian, QS. Ali Imran Ayat 185: “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati dan balasan amal diberikan pada hari kiamat”. Dalam QS. Al-Jumu'ah Ayat 8: “Kematian yang kamu lari darinya pasti akan menemui kamu, kemudian kamu dikembalikan kepada Allah”. Dalam QS. Al-Munafiqun Ayat 11: “Allah tidak akan menunda kematian seseorang apabila ajalnya telah tiba”.
Dengan cara apakah mengingat kematian itu ?
Menurut Imam al-Ghazali, dalam mengingat kematian manusia terbagi menjadi 3 (tiga) macam;
Pertama, orang yang tenggelam dalam urusan dunia. Seseorang yang tenggelam dalam urusan dunia ia tidak akan pernah mengingat kematian.
Kedua, orang yang ahli taubat. Seorang ahli taubat mereka banyak mengingat kematian hingga tumbuh dan bersemi rasa takut kepada Allah Swt dalam hatinya.
Ketiga, orang yang ‘arif. Seorang yang ‘arif adalah mereka yang selalu mengingat kematian, karena kematian bagi mereka merupakan hari pertemuannya dengan Kekasihnya, Allah Swt.
Sebagaimana yang diriwayatkan dari Hudzaifah menjelang ajalnya; “Seorang yang jatuh cinta datang dengan membawa ketidak-berdayaan. Aku tidak akan selamat dari penyesalan. Ya Allah, apabila Engkau tahu bahwa kefakiran lebih aku cintai dari kekayaan, kondisi sakit lebih aku cintai dari sehat, kematian lebih aku cintai dari kehidupan, maka mudahkanlah kematianku sehingga aku bisa bertemu dengan-Mu.” (Ihya’ Ulumuddin, 4/477).
Rasulullah
Saw bersabda, "Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kenikmatan, yaitu
(kematian)." (HR. At Tirmidzi).
Tulis Komentar