Keterangan Gambar : jamaah saat di bandara
De-Cgk. Malam itu, suasana yang begitu dingin. Dalam gedung bandara yang begitu megah nan penuh tiupan angin AC, dan diluar sana gemuruh derasnya air hujan yang tertiup angin kencang. Terlihat kebahagiaan yang tidak terkira, selama 17 tahun kami melayani perjalanan jamaah untuk menunaikan ibadah umroh, dan menemui destinasi kebahagiaan masing-masing. Kami menemui dunia sendiri, mereka pun menemui dunianya. Terasa aneh, ketika seluruh tangis yang semula dibendung oleh pelukan, kini harus diseka sendiri. Terasa aneh, ketika tidak lagi saling menitipkan rasa pada sentuhan-sentuhan manis sehabis senja. Belum lagi soal seluruh bahagia yang pernah dituangkan pada gelas di meja makan restoran.
Mungkin mereka lupa, bahwa kami adalah orang-orang yang di izinkan mengusap air mata tanda kebahagiaan dan kelelahan. Kali ini, harus kami akui merasa bahagia dikala mengusap pundak jamaah yang tertandas di pelukan. Lalu, saling mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang kami berikan. Mengayuh senja dengan telapak tangan yang bersentuhan. Sungguh indah, kami tahu, kebaikan itu tak akan mudah dilupakan.
Setiap jengkal langkah kaki dari rumah singgah hingga menuju Baitullah sampai kembali sangat terasa hampa jika tanpa langkah pasti niat ibadah. Langkah yang dulu bersama mungkin membekas di beberapa tempat. Mungkin itu dianggap biasa saja, tapi tidak dengan kami, yang sampai saat ini diam-diam menitipkan salam untuk semua jamaah pada pemilik hati, Allah Swt.
Telah banyak terdengar beberapa do’a, bisikan bahkan ocehan, tentang pelayanan yang telah diberikan, terkadang tak terdeteksi oleh yang lain. Sungguh, mereka sangat berharga manakala dilarungi bersama. Disetiap pelukan awal keberangkatan dan akhir kepulangan mereka selalu membisikkan kata-kata, “terima kasih atas bantuan dan pelayanannya”!
Doa kami “Allahummaj'al hajjana hajjan mabruron, wa 'umrotana 'umrotan mabruron, wasa' yana sa'yan masykuro, wa dzambanaa dzanban maghfuro, wa 'amalana 'amalan sholihan maqbula, watija rotana tijaarotan lan tabuur, yaa 'aalima maa fis shuduur, akhrijna mina dzulumaati ilannuur”.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami haji mabrur. Umroh kami yang mabrur, sa'i kami yang disyukuri. Dosa kami yang Engkau ampuni. Amal sholeh kami yang Engkau terima dan perdagangan kami perdagangan yang tidak merugi. Wahai Dzat Yang Maha Mengetahui apa yang ada dalam hati kita, keluarkan kami dari kegelapan ini menuju Cahaya”.
Aamiin ya robbal ‘aalamiin.
Tulis Komentar