Keterangan Gambar : qs. ayat 185
Sawangan - Di hari Jum’at itu, seorang khotib menyampaikan pesannya, di tempat yang mulia ini, mari kita sejenak menundukkan kepala dan melembutkan hati. Mari lepaskan sejenak segala hiruk-pikuk urusan dunia yang tiada habisnya, untuk merenungkan suatu hakikat yang pasti; perjalanan di dunia yang sangat singkat.
Tanpa kita sadari, detik demi detik berlalu menggugurkan lembaran usia kita. Hari-hari yang telah kita lewati, sejak masih anak-anak, kemudian remaja, lalu dewasa, dan kini rambut mulai memutih, kekuatan tubuh mulai menyusut. Sungguh waktu berjalan begitu cepat, laksana hembusan angin yang lewat begitu saja.
Allah Swt mengingatkan kita betapa singkatnya kehidupan dunia ini, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an, Surah An-Nazi'at ayat 46; “Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, (merasa) seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan di waktu petang atau pagi hari.”
Mari kita renungkan, ketika kelak berdiri di hadapan Allah Swt, seluruh kehidupan dunia yang kita bela-belain dengan mengorbankan waktu, tenaga, pikiran bahkan kadang mengorbankan syariat-Nya, ternyata rasanya hanya seperti satu sore atau satu pagi saja. Begitu singkatnya !.
Dengan waktu yang sesingkat itu, apa yang sudah kita ukir ? Berapa banyak dosa yang telah ditumpuk, dan pahala apa yang bisa dikumpulkan sebagai bekal kehidupan di akhirat ?
Kematian tidak pernah mengetuk pintu untuk meminta izin. Ia tidak menunggu kita siap atau belum, tidak menunggu kita sedang bertaubat, dan tidak pula memandang kita muda atau tua, sehat atau sakit. Allah Swt berfirman dalam Al Qur’an Surah Ali 'Imran ayat 185: “Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”
Mari kita tengok ke belakang. Di mana orang-orang yang biasanya shalat bersama kita di masjid ? Di mana kerabat, sahabat, atau orang tua yang dulu memeluk kita ? Mereka kini telah berada di alam barzakh. Rumah mereka kini bukan lagi bangunan megah, melainkan tanah yang sempit dan gelap, berukuran kurang lebih dua kali satu meter.
Ingatlah pesan Allah Swt dalam Al-Qur’an surat Al Mu’minun ayat 99-100; "(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu) hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku dapat beramal shaleh yang telah aku tinggalkan." Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Di hadapan mereka ada (alam) barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan."
Ya
Allah, masukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang berserah diri pada-Mu. Aamiin.
Tulis Komentar