Keterangan Gambar : jamaah di padang arafah
Makkah Al-Mukarromah – Padang Arafah dikenal dengan “Jabal ar-Rahmah” (Gunung Rahmah) yang berada di sebelah timur Kota Mekkah, dengan ketinggian 70 meter. Dilihat dari penampakan alamnya, tempat ini merupakan lembah berupa hamparan pasir dan batu yang dikelilingi bukit-bukit batu.
Untuk menuju Padang Arafah, jemaah umrah dan haji umumnya menaiki bus melewati bukit Mina dan Muzdalifah. Kawasan Padang Arafah dikelilingi jalan lingkar Arafat Ringroad. Di tengahnya dibagi menjadi blok-blok yang bertujuan untuk membangun tenda-tenda jemaah haji dari setiap negara untuk melaksanakan kegiatan wukuf.
Padang Arafah yang diperkirakan berjarak sejauh 21 kilometer dari Kota Mekkah dengan luas sekitar 8 kilometer persegi, menyimpan banyak sejarah. Tempat ini menjadi tempat bertemunya Nabi Adam As dan Siti Hawa As ketika diturunkan dari Surga. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt: “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (QS. Thaha: 123).
Setelah beberapa lama saling mencari, Nabi Adam As dan Siti Hawa akhirnya dipertemukan di Padang Arafah atau Jabal Rahmah. Sejak saat itulah keduanya tidak pernah berpisah lagi kecuali dipisahkan dengan kematian. Kisah ini kemudian menjadi keajaiban di Padang Arafah karena merupakan bagian yang paling penting dalam sejarah pertemuan manusia pertama dengan pasangannya.
Selain itu, terdapat kisah lain yang menyebutkan bahwa di Padang Arafah para malaikat juga mengingatkan Nabi Adam As dan Siti Hawa, setelah keduanya terpisah sejak diturunkan dari surga ke bumi dan dipertemukan kembali di tempat itu. Maka Padang Arafah dijadikan sebagai tempat berkumpulnya para jamaah saat menunaikan ritual ibadah haji, untuk malkasanakan mabit, wukuf dan melempar jumroh.
Di Padang Arafah semuanya runtuh; gelar, jabatan, dan harta kekayaan. Yang tersisa hanya hamba dengan Allah Swt. Momen wukuf di Padang Arafah membuka ruang untuk menyadari hal paling berharga bukan apa yang digenggam, melainkan seberapa dekat diri kembali kepada-Nya.
Makna Arafah mengajarkan bahwa tidak ada dosa terlalu besar untuk diampuni dan tidak ada hati yang terlambat untuk kembali. Di tempat itu bukan soal pamer status, melainkan tentang ketulusan meminta ampun, berdialog langsung dengan Allah Swt, dan merendahkan egois. Do’a dan amalan di Hari Arafah, fokus pada taubat yang sesungguhnya; mengakui kesalahan, bertekad tidak mengulanginya, dan memohon ampun dengan rendah hati. Memperbanyak dzikir, istighfar, dan shalawat kepada Rasulullah Saw.
Doa di Padang Arafah diyakini sangat mustajab, berguna untuk diri dan keluarga, orang yang masih hidup maupun yang telah wafat. Saat menunaikan ibadah haji, hayati saat melaksanakan wukuf sebagai momen perubahan batin, bukan sekadar ritual fisik. Harapan dan mohon yang terbaik dalam menjalani kehidupan di dunia hingga akhirat.
Padang Arafah adalah gambaran Padang Mahsyar tempat berkumpulnya seluruh manusia nanti setelah hari kiamat untuk memperhitungkan seluruh perbuatan manusia saat menjalani kehidupan di dunia.
Padang Arafah merupakan tempat
penuh dengan keutamaan, diantaranya;
Pertama, hari dan
lokasi ketika para malaikat turut ikut mendoakan umat manusia.
Kedua, hari, tempat,
dan waktu yang mustajabah untuk berdoa.
Ketiga, berpuasa di Hari Arafah bagi yang tidak menunaikan ibadah berhaji diganjar pahala yang besar.
Wallahua’lam. Semoga
bermanfaat.
Tulis Komentar