081286968485

Kebersamaan Dalam PerjalananOleh : AHMAD NURUL IKHWAN (Pengasuh Rubrik Catatan Qolbu)

$rows[judul] Keterangan Gambar : perjalanan

CGK - Setiap insan yang terlahir itu tentu saja berbeda, dari keluarga yang tidak sama, suku yang berbeda, dan dengan pendidikan yang tidak sama. Namun, hidup selalu punya cara untuk mempertemukan manusia dalam satu perjalanan yang sama.

Bisa saja dipertemukan di sekolah, tempat kerja, atau saat berangkat ibadah umroh. Dari sanalah awal perjalanan dimulai, perjalanan yang membutuhkan kesabaran, menerima segala rintangan dan menyesuaikan diri.

“Jika ingin cepat sampai tujuan, pergilah sendiri. Namun jika ingin berjalan lambat, pergilah bersama.”

Kalimat diatas cukup sederhana, namun mengandung makna mendalam. Sebab, perjalanan bersama berarti siap menanggung resiko, beban, memahami ritme, dan menahan ego. Tidak ada kebersamaan tanpa pengorbanan, apalagi jika perjalanan itu adalah langkah bersama menuju keluarga dan masa depan yang lebih baik.

Ketika dua orang atau lebih memutuskan untuk berjalan bersama dalam suatu acara dalam hal ini umroh, sejatinya mereka sedang berkomitmen untuk menempuh perjalanan panjang. Bukan hanya tentang tujuan, tetapi juga tentang perjuangan. Perbedaan latar belakang, cara berpikir, hingga kebiasaan kecil bisa menjadi sumber ujian. Namun di sisi lain, di situlah akan diuji dan tumbuh.

Menjadi sahabat dalam perjalanan bukan berarti harus sama, melainkan belajar untuk saling melengkapi. Rasa empati tidak hanya ditemukan, tetapi harus dibangun, sedikit demi sedikit, setiap hari, dalam sabar dan pengertian. Dan mereka yang berhasil melaluinya akan memahami bahwa perjalanan bersama jauh lebih berharga daripada sekadar sampai lebih cepat.

Agar perbedaan itu menguatkan, bukan saling menghancurkan dalam perjalanan tujuan bersama, tentu saja perbedaan tidak bisa dihindari. Tetapi dengan cara yang tepat, justru bisa menjadi sumber kekuatan bersama.

Berikut 5 Tips sederhana agar perbedaan menjadi perekat ;

ü  Saling mendengar tanpa saling menghakimi. Dengarkan dengan hati, bukan hanya dengan telinga. Kadang, seseorang hanya butuh dipahami, bukan dibenarkan.

ü  Bicarakan, bukan simpan masalah. Kejujuran dan komunikasi terbuka adalah fondasi perjalanan bersama yang sehat. Diam terlalu lama bisa menjadi jurang yang memisahkan.

ü  Belajar dari perbedaan, bukan melawan apa yang berbeda tidak selalu salah. Justru bisa menjadi sudut pandang baru yang memperbaiki hubungan.

ü  Rayakan langkah kecil bersama-sama.

ü  Berdo’a dan tumbuh Bersama

Awali setiap langkah perjalanan yang melibatkan nama Allah Swt (nawaitu lillahi, bismillahi), in sya Allah perjalanan akan menemukan arah terbaik, apapun yang akan terjadi. Perjalanan hidup tidak selalu mulus. Namun, dalam setiap langkah penuh pengorbanan, ada keindahan yang tidak bisa digantikan, yakni tumbuh bersama orang yang memilih untuk tetap berjalan di sisi kita.

Karena sejatinya, dalam perjalanan itu bukan tentang siapa yang paling kuat, paling hebat, paling pintar, tetapi siapa yang tetap setia mengabdikan dirinya untuk manfaat bagi orang lain, dan berjalan bersama hingga akhir tujuan.

Good.. 

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)

Instagram Feeds