081286968485

PERANG TABUK Menguji Keimanan Kaum Muslimin.Oleh : AHMAD NURUL IKHWAN (Pengasuh Rubrik Catatan Qolbu)

$rows[judul] Keterangan Gambar : Kota Tabuk

Teluk Aqoba - Pada bulan Rajab tahun 9 Hijriah atau Oktober 630 Masehi, sampai kabar ke Madinah bahwa Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium), salah satu kekuatan terbesar kaum kafir dunia saat itu, sedang menyiapkan pasukan besar di wilayah Syam untuk menghadapi kaum Muslimin. 

Kabar ini membuat Rasulullah ﷺ memutuskan untuk menyiapkan pasukan guna menghadapi kemungkinan serangan tersebut. Berbeda dengan ekspedisi sebelumnya yang sering dirahasiakan tujuannya, kali ini Rasulullah ﷺ secara terbuka mengumumkan tujuan perjalanan karena jaraknya sangat jauh dan medan yang akan dilalui sangat berat. 

Saat itu kondisi kaum Muslimin sedang sulit. Musim panas sangat terik, persediaan makanan terbatas, dan banyak orang lebih memilih tinggal untuk mengurus kebun kurma yang sedang panen. Karena itu, persiapan menuju Tabuk dekat Teluk Aqoba, barat laut Arab Saudi, dekat perbatasan Syam (Jordania) menjadi ujian besar bagi keimanan kaum Muslimin. 

Siapkan Pasukan

Rasulullah ﷺ mengajak para sahabat untuk bersedekah demi membiayai pasukan. Para sahabat pun berlomba-lomba membantu.

~Abu Bakar Ash-Shiddiq Ra menyerahkan hampir seluruh hartanya.

~Umar bin Khattab Ra menyumbangkan setengah hartanya,

~Utsman bin Affan Ra memberikan bantuan yang sangat besar berupa 200 unta dan uang 1.000 dinar (sekitar 4 miliar rupiah) untuk kebutuhan pasukan.

Akhirnya terkumpullah sekitar 30.000 pasukan, jumlah terbesar yang pernah dipimpin Rasulullah ﷺ. 

Sayyidina Ali bin Abi Thalib Ra, yang biasanya berpartisipasi dalam beberapa ekspedisi bersama Nabi Muhammad Saw, kali ini tidak berpartisipasi dalam ekspedisi Tabuk atas instruksi Rasulullah Saw, karena dia ditugaskan untuk memegang komando di Madinah. 

Perjalanan Berat

Pasukan Muslim menempuh perjalanan panjang menuju Tabuk di bawah terik matahari. Persediaan air dan makanan sangat terbatas. Karena kesulitan yang mereka alami, pasukan ini dikenal dengan sebutan Jaisyul 'Usrah (Pasukan Kesulitan). 

Di tengah perjalanan, tampak jelas perbedaan antara orang-orang beriman dan kaum munafik. Sebagian kaum munafik mencari alasan agar tidak ikut berangkat, sementara kaum mukmin tetap bersabar dan taat kepada Rasulullah ﷺ.

Tiba di Tabuk

Setelah perjalanan yang melelahkan, pasukan Muslim tiba di Tabuk. Namun pasukan Romawi yang dikabarkan akan menyerang ternyata tidak muncul. Mereka memilih mundur dan tidak jadi menghadapi kaum Muslimin. 

Rasulullah ﷺ menetap di Tabuk sekitar 20 hari. Selama berada di sana, beliau menjalin perjanjian damai dengan beberapa kabilah dan penguasa daerah sekitar sehingga pengaruh Islam semakin kuat di wilayah utara Jazirah Arab. 

Hikmah Perang Tabuk

~Menguji keimanan dan keikhlasan kaum Muslimin.

~Menunjukkan kekuatan dan kesiapan umat Islam di hadapan musuh.

~Membongkar kemunafikan sebagian orang yang enggan berjihad.

~Memperluas pengaruh Islam tanpa harus terjadi peperangan.

~Mengajarkan pentingnya pengorbanan harta dan jiwa di jalan Allah. 

Perang Tabuk menjadi bukti bahwa kemenangan tidak selalu diperoleh melalui pertempuran. Terkadang, kesiapan, persatuan, dan keteguhan iman sudah cukup untuk membuat musuh mengurungkan niatnya. Barokallahu fii kum.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)

Instagram Feeds