081286968485

Beruntungnya Keluarga SantriOleh : AHMAD NURUL IKHWAN (Pengasuh Rubrik Catatan Qolbu)

$rows[judul] Keterangan Gambar : Acara J3S

Bogor - Ahad subuh dinihari, 28 Juni 2026 sepanjang jalan dari Jl. Masjid Jami’ Al Ittihad, Bojong Pondok Terong, Depok menuju daerah Ragajaya, Bojong Gede, Bogor terlihat begitu semangat para pejuang sholat subuh gabungan jamaah Jam’iyyah Silaturrahmi Sholat Subuh Kordinator Wilayah Citayam (J3S Korwil Citayam). Mereka berkendaraan roda dua saling berboncengan dan beriringan menuju tempat yang dituju yaitu Masjid Ponpes Mahima (Pondok Pesatren Manba’ Hidayatul Ma’arif). Namun sungguh luar biasa, yang hadir adalah para kesepuhan, para orangtua yang istiqomah hadir sholat subuh gabungan walau jarak tidaklah dekat.

Barang siapa yang dapat menaklukkan subuhnya, maka ia akan menaklukkan dunia. Saat orang lain masih terlelap tidur, justru para pejuang subuh telah berwudhu, mereka bersujud menyeru kemenangan. Para pejuang subuh, adalah orang-orang yang lebih bangga menenteng sajadahnya, ketimbang tidur dengan hawa nafsunya. Ingatlah, sabda Nabi Muhammad Saw; “Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang- orang munafik adalah shalat isya dan subuh.”  (HR.Bukhari Muslim). 

Adapun kegiatan Jam’iyyah Silaturrahmi Sholat Subuh adalah dzikrullah, bertasbih, bertahmid, bertakbir, bersholawat dan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’anul Karim. Dilanjutkan sholat subuh berjamaah, kajian kitab dan tausyiah. 

Dalam Kajian Kitab Hujjah Ahlussunah Waljamaah, karya fundamental KH. Ali Maksum Krapyak, Rais Aam PBNU periode 1980-1984, Kitab ini menyajikan dalil-dalil naqli dan aqli secara sistematis untuk membela praktik keagamaan yang hidup di pesantren, seperti tawassul, tabarruk, ziarah kubur, dan penghormatan kepada ulama, yang sering dipersoalkan oleh kelompok Wahabi. 

Semula jadwal pengisi kajian kitab adalah KH. Sufyan Syamsudin, namun beliau berhalangan. Digantikan Pengisi Kajian Kitab oleh KH. Bahruddin Thoyib, MM, M.Pd merupakan Rais Syuriyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Cipayung, Kota Depok, dan Pengasuh Pondok Pesantren As-Salamah Kota Depok menyampaikan, semoga tempat ini Masjid Ponpes Mahima menjadi berkah dan juga ponpesnya karena dijadikan tempat acara Jam’iyyah Silaturrahmi Sholat Subuh (J3S) gabungan.  

Puji syukur ke hadirat Allah Swt atas segala Karunia-Nya sehingga kita bisa hadiri Sholat Subuh gabungan walau jaraknya lumayan jauh, semoga setiap langkah kita menjadi pahala terbesar dan penuh keberkahan. Sungguh banyak sholat yang kita lakukan disini, sholat tahiyatul masjid, qobliyah subuh, karena sholat 2 raka'at diwaktu fajar lebih baik dari langit dan seisinya.

Sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad Saw, para keluarga, sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman, semoga kita semua mendapatkan syafa’atnya, aamiin yaa robbal aalamiin. 

Dalam bahasan Kitab Hujjah Ahlussunah Waljamaah, tentang orang-orang yang melakukan perjalanan ke 3 Masjid, Masjidil Haram di Makkah, Masjid Nabawi di Madinah, dan Masjid Al-Aqso di Palestina. Bahkan ada orang yang berpendapat melarang perjalanan ke tempat lainnya kecuali ke 3 tempat tersebut. 

Aku heran ada pemahaman pemilik akal, bahwa Rasulullah Saw telah melarang dan mencegah ziarah ke makam Rasulullah Saw. Mereka melakukan shalat tetapi tidak melakukan ziarah ke Rasulullah Saw, padahal Masjid Nabawi itu penuh cahaya karena adanya Rasulullah Saw. Madinah itu tidak bernilai sebelum Hijrahnya Nabi Muhammad Saw. Setelah Nabi Muhammad Saw Hijrah sehingga Kota Madinah dan Masjid Nabawi menjadi penuh keberkahan. 

Sesungguhnya Masjid Nabawi diagungkan karena dibangun oleh Rasulullah Saw, didalamnya ada makam Rasulullah Saw, dan menjadi mulia dengan 1 x shalat berpahala 1000 x, di Masjid Nabawi itu mengalir rahmat dan berkah, karena pernah didiami oleh Rasulullah Saw. 

Sesungguhnya keistimewaan Masjidil Haram dibangun oleh Nabi Ibrahim As dan dibantu oleh Nabi Ismail As. Di Masjid itu ada Ka'bah yang dimuliakan Allah Swt sebagai kiblatnya umat Islam, dan tempat mulia dengan pahala 1 x shalat berpahala 100.000 x. 

Adapun Masjid Al-Aqsha yang dibangun Nabi Yakub As orang tua Nabi Yusuf As, dengan kurun waktu 40 tahun setelah dibangunnya Masjidil Haram di Makkah. Masjid Al-Aqsa tempat shalatnya para nabi, disisi Masjid Al-Aqsa terdapat banyak makam para nabi, dan menjadi derajat tinggi. Pahalanya 1 shalat di Masjid Al-Aqsa berpahala dengan 500 x dibandingkan Masjid lainnya. Bahkan saat sebelum Isra Mi'raj Rasulullah Saw Sholat Sunnah di Masjid Al-Aqsa. 

Mengenai larangan dan perintah berziarah. Rasulullah Saw telah menjelaskan, dahulu aku melarang ziarah sekarang aku perintahkan. Diriwayatkan Abu Hurairah Ra, bahwa Rasululullah Saw bersabda: "Barang siapa yang menziarahi kuburku, maka wajib baginya mendapat syafaatku." [HR. Baihaqi]. 

Sambutan Ketua DKM Masjid Mahima (Pondok Pesatren Manba’ Hidayatul Ma’arif) Abuya KH. Ferdy Al Husaini, M.Pd, mengucapkan “Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah Swt. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad Saw. 

Yang terhormat kepada seluruh para guru, jamaah subuh gabungan beberapa mushola dan masjid dalam Korwil Citayam. Kami ucapkan terima kasih atas kehadiran semuanya, kita Istiqomah dalam silaturahmi dan ibadah sholat subuh berjamaah. 

Bertepatan hari ini insya Allah ada Wisuda Santri Mahima Para Penghafal Kitab Alfiyah dan Hafiz Al-Qur’an 30 juz, semoga mendapatkan rahmat dari Al-Qur’an, yang langsung disambut gema takbir, Allahu Akbar. 

Dalam perjalanan pondok pesantren diakhir zaman ini banyak yang berpendapat negatif dan seolah merusak karena banyak terjadi pelecehan dan lainnya dari oknum pengelola pondok pesantren. Jadi masyarakat harus waspada, mendukung dan membantu ponpes dan do’ain, biar lancar dan banyak santrinya. 

Sebetulnya sholat subuh gabungan ini bukan jadwal di Masjid Ponpes Mahima, namun karena masjid yang dijadwal sedang dalam proses renovasi, akhirnya dilaksanakan di Masjid Mahima. Bahkan KH. Ferdy pun nantangin jika mau setiap minggu pun acaranya disini kami siap. Kembali gema takbir menggema dari jamaah, Allahu Akbar. Dan tentunya kami mohon maaf apabila dalam penyambutan dan pelayanan banyak kekurangan, karena inilah kemampuan kami. 

Pada Tausyiah KH. Wahyudin Yuha, SH menuturkan; Yang terhormat pimpinan J3S, Para Guru, Kiyai dan pimpinan ponpes Mahima, dan jama'ah semuanya yang berkumpul ditempat ini semoga kita nanti kita berkumpul di surganya Allah Swt. 

Tausyiah langsung tancap gas, Ponpes diakhir zaman banyak ujiannya, masyarakat jangan takut mesantrenin anaknya. Allahu Akbar seru jamaah. Bapak dan ibu sangat beruntung yang anaknya masuk pondok pesantren, diakhirat nanti dapat banyak keutamaannya.

Dikisahkan; Ada seorang penggali kubur yang dianugerahi karomah mengalami kasyaf (terbukanya tirai) hingga dapat melihat taman-taman surga yang penuh dengan keindahan. Tidak hanya itu, ia juga dapat melihat malaikat. Pengalaman kasyafnya ini diperolehnya bukan pada usia muda, namun saat itu dirinya telah mencapai usia 50 tahun. Bahkan pengalaman ajaib melihat tempat yang diperuntukan bagi hamba-hamba Allah Swt yang beriman ini membuat hatinya ingin belajar memperdalam ilmu agama.

Seorang penggali kubur di salah satu kompleks pemakaman masyhur di Damaskus. Pemakaman ini penuh dengan ulama, auliya, serta pahlawan (syuhada). Penggali kubur ini didatangi oleh seorang perempuan. Perempuan itu memintanya untuk digalikan kubur untuk anaknya. 

Tidak lama setelah selesai menggali kubur, perempuan itu beserta beberapa pelayat datang membawa jenazah. Jenazah ini diturunkan ke dalam liang lahat. Namun tiba-tiba si penggali kubur ini melihat taman surga yang indah. Ia juga melihat dua malaikat membawa jenazah itu pergi dari sempitnya liang lahat. Seketika ia pingsan. Tatkala siuman ia ditanya apa yang menimpanya. Ia menceritakan kejadian itu tapi orang-orang mengira ia terlalu berimajinasi. 

Selang beberapa bulan kemudian, perempuan itu datang lagi dan meminta ia menggali kubur lagi. Penggali itu pun menggali kuburan lagi. Lalu datanglah si perempuan itu bersama pelayat membawa jenazah. Ketika jenazah itu diturunkan ke dalam kubur oleh si penggali, seketika terjadi lagi hal yang sama, ia melihat taman surga dan malaikat membawa jenazah itu. Ia pun kembali pingsan. Ketika siuman ia mengejar perempuan itu dan menanyakan beberapa hal; siapa kedua jenazah itu? Apa yang mereka berdua lakukan sehingga mendapat karamah seperti ini? 

Perempuan itu menjawab, “Mereka berdua adalah anakku. Yang pertama meninggal adalah seorang santri (thalib ilmi), dan yang kedua, yang baru saja meninggal adalah kakanya yang bekerja sebagai tukang kayu dan menafkahkan hasilnya untuk saudaranya yang seorang santri itu.” 

Setelah mendengar jawaban itu, penggali kubur langsung pergi ke Masjid Jami At-Taubah, mendatangi seorang guru yang bernama Syekh Said Al-Burhani. Masjid Jami At-Taubah adalah masjid yang cukup memiliki sejarah panjang di Damaskus.

“Aku ingin belajar agama,” ujar penggali kubur itu kepada Syekh.

“Umurmu sudah hampir 50 tahun. Apa yang membuatmu ingin mengaji?” kata Syaikh.

Lalu si penggali kubur itu menceritakan kisahnya.

“Baiklah,” ujar Syekh. “Ambil kitab Jurumiyah. Mari mengaji nahwu mulai dari awal.” 

Sejak itu si penggali kubur itu mengaji dengan tekun hingga menjadi ulama besar Damaskus. Penggali kubur itu bernama Syekh Abdurrahman Al-Haffar (Haffar berarti tukang gali). Dan memiliki keturunan yang juga menjadi ulama dan pecinta ilmu. Salah satunya adalah Abdur Razaq Al-Haffar. 

Jadi siapapun bisa mendapat derajat yang sama, asalkan ia menuntut ilmu secara sungguh-sungguh dan ikhlas.  

Dalam penutupnya, KH. Wahyudin mengatakan, hebatnya anak yang mau belajar di pondok pesantren dan orang tua yang mau membiayai anaknya di ponpes. Kita bacakan surat al-fatihah untuk anak-anak yang belajar di ponpes dan para orangtuanya yang membiayai dan para kiyai yang mengajarinya.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)

Instagram Feeds