Keterangan Gambar : Foto spesial jamaah umroh menara wisata
Thaif, Makkah - Jamaah
umroh Menara Wisata selalu diajak ziarah atau wisata ke Kota Thaif. Kota yang
berjarak sekitar 95,5 km dari Masjidil Haram ini, terdapat masjid bersejarah
yang punya peranan penting dalam dakwah Islam di masa lalu, yaitu Masjid
Abdullah Ibnu Abbas.
Masjid tersebut diberi nama dari sahabat sekaligus sepupu Nabi Muhammad Saw, yaitu Abdullah bin Abbas atau Ibnu Abbas. Makam Ibnu Abbas berada tidak jauh dari bangunan masjid ini. Nama lengkap Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf al-Quraisy, semasa hidupnya sangat dekat dengan Rasulullah Saw. Maka tidak heran, Ibnu Abbas banyak meneladani sifat Nabi Muhammad Saw.
Abdullah Ibnu Abbas adalah sahabat yang langsung didoakan Nabi Muhamamd Saw. Dengan doanya, "Allahumma faqqihhu fid-din, wa 'allimhut-ta'wil." Artinya : "Ya Allah berilah Abdullah bin Abbas sebagai orang yang fakih dalam ilmu agama dan menafsirkan Al-Quranโ. Maka tidak heran sahabat sekaligus sepupu Rasulullah Saw tersebut melahirkan sebuah tafsir Al-Quran yang dikenal dengan Tafsir Ibnu Abbas salah satu kitab tafsir klasik penting dari periode awal Islam. Dia pun dikenal sebagai salah satu perawi sejarah dan pakar hukum Islam yang kredibel sejak masa awal Islam.
Ketika Nabi Muhammad Saw wafat, Ibnu Abbas baru menginjak usia belasan tahun. Usai Rasulullah Saw wafat, Ibnu Abbas terus bersyiar dan memperdalam ilmu agama Islam. Semasa hidupnya, Ibnu Abbas meriwayatkan lebih dari 1.600 hadist. Dia juga terlibat dalam Perang Hunain, peristiwa Fathul Makkah, hingga Haji Wada. Dia menghabiskan masa hidupnya di Thaif hingga wafat pada 78 Hijriah di usia 81 tahun. Ibnu Abbas juga berwasiat agar dimakamkan di tanah tempat 11 syuhada sahabat nabi gugur dalam Perang Hunain di Thaif.
Adapun sejarah Masjid Abdullah bin Abbas, dibangun pada 592 Hijriah dan mampu menampung sekitar 3.000 jemaah. Salah satu daya tarik utama bangunan ini adalah ratusan tiang yang berdiri kokoh di bagian dalam masjid. Keistimewaan masjid ini tidak hanya terletak pada arsitekturnya, tetapi juga pada sosok yang diabadikan namanya. Masjid ini berdiri di dekat makam Abdullah bin Abbas, sahabat sekaligus sepupu Nabi Muhammad Saw.
Sementara itu, Kota Thaif merupakan wilayah yang memiliki hubungan erat dengan sejarah perjuangan Rasulullah Saw. Pada tahun ke-10 kenabian atau 619 M, Nabi Muhammad Saw kehilangan dua sosok pelindung utamanya.
Pertama, Abu Thalib, paman yang telah mengasuh dan melindunginya sejak kecil, wafat dalam usia lebih dari 80 tahun. Kehilangannya merupakan pukulan berat bagai Nabi Muhammad Saw karena selama ini dia merupakan perisai utama dan ancaman kaum Quraisy.
Kedua, Khadijah binti
Khuwailid, isteri yang setia dan sandaran emosional Nabi, sosok yang
pertama kali memberi dukungan saat beliau menerima wahyu dan menghiburnya di
kala sedih.
Dalam sejarah kenabian, masa kehilangan dua orang itu disebut Amul Huzn (tahun kesedihan). Setelah kehilangan kedua orang yang dicintai tersebut, gangguan penduduk Quraisy terhadap Nabi semakin menjadi-jadi.
Karena itu, Nabi Muhammad Saw bersama Zaid bin Haritsah pergi ke Thaif secara sembunyi-sembunyi untuk mencari dukungan dan perlindungan dari kabilah Thaqif (Muhammad Husain Haekal, Sejarah Hidup Muhammad SAW, hlm. 157). Namun, para pemimpin Thaqif menolaknya secara kejam. Mereka bahkan menghasut orang-orang dan anak-anak untuk mengejek serta melemparinya dengan batu hingga Nabi Muhammad Saw terluka.
Dengan berat hati, Nabi dan Zaid mundur meninggalkan Thaif. Menurut satu riwayat, Nabi Muhammad Saw bersembunyi di kebun milik kakak beradik Utbah dan Syaibah.
Menurut sejarah, tempat beristirahat Rasulullah Saw saat itulah yang kini menjadi lokasi berdirinya Masjid Abdullah bin Abbas. Oleh sebab itu, masjid ini bukan sekadar bangunan ibadah, melainkan juga penanda sejarah yang mengingatkan umat Islam pada keteguhan Rasulullah Saw dalam menyebarkan ajaran Islam.
Bagi banyak peziarah, kunjungan ke Masjid Abdullah bin Abbas menjadi kesempatan untuk mengenang salah satu fase paling berat dalam perjalanan dakwah Rasulullah Saw seperti yang telah diuraikan di atas.
Tour leader plus muthowif Jemaah
Umrah Menara Wisata, Kota Depok, Jawa Barat, Ustadz. H. Shihabudin asal Serang,
Banten mengatakan; program umroh bersama Menara Wisata selalu memberikan
fasilitas tambahan bagi para jamaah untuk nafak tilas ke Thaif, baik sudah
termasuk paket, maupun diluar paket. Tujuannya Adalah agar para jemaah
berkunjung ke Thaif untuk menambah wawsan dan mengenang perjuangan dakwah
Rasulullah Saw kala itu.
Tulis Komentar