081286968485

ISRA MIRAJ Bersama MAJELIS TAKLIM NURUL BAYAN, dengan Tema Tips Solusi Hidup Terbaik. Oleh : AHMAD NURUL IHWAN (Pengasuh Rubrik Catatan Qolbu)

$rows[judul]

Ciawi-Bogor (01/02). Ahad pagi hari yang diguyur hujan penuh rahmat setelah sholat subuh berjamaah kemudian berkumpul di rumah Ust. HM. Rusli Widya Permana, SE, Ketua Taklim Nurul Bayan Unit Masjid Jami’ Al Ittihad Bojong Pondok Terong, Cipayung, Kota Depok. Jadwal semula pukul 06.30 WIB berangkat menuju Villa Wali Gadog, Ciawi, Bogor. Namun karena kondisi hujan dan menunggu jamaah lain yang mau ikut serta akhirnya berangkat pukul 07.00 WIB.

Dalam perjalanan menuju lokasi banyak bincang seputar ngobrol pintar awal mula Pengajian Nurul Bayan yang dimulai sejak tahun 2012 yang diisi oleh Tuan Guru Abuya KH Moh Amin (alm) dan dilanjutkan oleh Putranya Abuya KH. Raden Zarkasih Amin (alm), dan insya Allah akan diteruskan oleh KH. DR. Marullah Matali, Lc, M.Ag sebagai anak (menantu) yang baru saja purna bhakti dari Sekretaris Daerah DKI Jakarta pada Desember 2025.

Sebagaimana biasa setiap sampai lokasi pengajian Villa Wali, para jamaah selalu disambut dengan ramah oleh panitia dan dilanjutkan menuju hidangan yang disediakan untuk sarapan dan ngopi pagi. Hal ini bukan sekadar penyambutan tetapi menerapkan hadist Rasulullah Saw yang selalu disampaikan Abuya KH. Zarkasih Amin (alm), “Waman Kaana Yu-minu Billahi Walyaumil Akhiri Falyukrim Dhoifah”, artinya; “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia memuliakan tamunya”. (HR. Bukhari dan Muslim). 

Tepat pukul 8.30 WIB acara dimulai dengan susunan acara; Ust. HM. Rusli Widya Permana, SE sebagai pembawa acara, KH.Syahrudin, SH sambutan Ketua Majelis Nurul Bayan Pusat, Ust. Ahmad Khoiri pemandu bacaan Khataman Al-Qur'an, Ust. H. Zahrudin pembaca Do’a Khotmil Qur'an, Ust. Rumanta sebagai Qori, Ust. Nurhasim Arba pengisi Tausyiah, KH. DR. Marullah Matali, LC, M.Ag memberikan Sambutan sebagai Penerus Pengasuh Majelis Taklim Nurul Bayan, dan KH. Abdul Halim sebagai Penutup Do’a;

Dalam pembukaannya pembawa acara Ust. HM. Rusli Widya Permana, SE mengucapkan; terima kasih atas kehadiran semua jamaah Majelis Taklim Nurul Bayan dari tingkat Pusat dan unit-unit DKM Masjid dari Jakarta dan Depok untuk terus menjalin silaturrahmi dan menghadiri acara isra mi’raj dan tawaqufan sementara Majelis Nurul Bayan juga do’a untuk guru kita bersama Abuya KH. Zarkasih Amin (alm) serta keluarga, dengan harapan semoga diberikan kelancaran dan keberkahan serta mendapat ridho Allah Swt, aamin ya robbal ‘aalamiin.

Begitu juga sambutan dari Ketua Taklim Nurul Bayan Pusat KH.Syahrudin, SH, yang menceritakan para jamaah berdatangan dengan penuh senyum dan ceria walau disambut percikan air hujan penuh rahmat dan diarahkan langsung mencicipi hidangan sarapan, kopi dan lainnya. Beliau mengatakan wajah-wajah ceria para jamaah yang penuh dengan senyuman, sebagaimana dalam sebuah hadits populer Rasulullah Saw bersabda: “Tabassumuka fi wajhi akhika shodaqah”, artinya; Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah. (HR. At-Tirmidzi, No. 1956).

Semoga setiap langkah kita datang ke sini mendapat rahmat Allah SWT, dan semua jamaah Majelis Nurul Bayan mendapatkan keberkahan serta manfaat dari guru kita yang akan meneruskan Taklim Nurul Bayan atas segala yang beliau sampaikan. Sedikit memperkenalkan bahwa guru kita bersama yang akan meneruskan Taklim Nurul Bayan ini adalah lulusan Mesir dan sempat lama menjadi Sekretaris Daerah DKI Jakarta. Oleh karena itu, mari kita ambil hikmah dari acara isra mi’raj ini yaitu perintah sholat dan ajak anak-anak untuk sholat berjamaah di Masjid.

Atas permintaan beliau juga mohon keikhlasan dan keridhoan semua jamaah dari pusat hingga unit-unit taklim DKM untuk menghadiahkan khataman Al-Qur’an kepada (Alm) Abuya KH. Zarkasih Amin, dan alhamdulillah mendapat 5-6 kali khatam, saat Khataman Al-Qur'an dilokasi yang di pandu langsung oleh Ust. Ahmad Khoiri. 

Setelah selesai khataman Al-Qur’an dilanjutkan dengan Do’a Khotmil Qur'an yang dibacakan oleh Ust. H. Zahrudin, do’a khotmil qur’an yang begitu menyentuh hati sehingga banyak jamaah yang meneteskan air mata kerinduan atas kehadiran (Alm) Abuya KH. Zarkasih Amin seolah-olah ia hadir dalam acara itu menyaksikan dengan senyum manis melihat keluarga dan jamaah anak didiknya turut serta mengirimkan do’a untuknya. Allahummaghfirlahu ya syaikhuna…  

Kemudian dilanjutkan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an al Karim yang dilantunkan oleh Ust. Rumanta sebagai Qori. 

Tausyiah yang disampaikan oleh Ust. Nurhasim Arba, beliau menjelaskan; Siapa saja yg membaca Al-Qur’an hingga khatam, maka akan mengaminkan 60 ribu Malaikat. Maka dengan wasilah keberkahan ilmu guru kita dapat terus menjalin silaturahmi dan terus membaca Al-Qur’an.

Beliau juga mencontohkan, orang yang meninggal dunia biasanya akan dihapus dari urusan dunia, dari no hp, surat kendaraan hingga harta benda. Dalam pemahaman ahli sunnah wal jama'ah tidak akan pernah menghapus nama kita terlebih keberkahan ilmu kita, maka akan selalu disebut-sebut disetiap waktunya sebagai hadiah ahli kubur. Dan contoh lainnya, disaat anak / keluarga kita sedang tidur, tiba tiba rumah kebakaran, maka kita akan bangunkan mereka agar tidak terbakar. Lantas, bagaimana saat anak / keluarga kita sedang tidur pulas kemudian datang waktu subuh ? apakah dibangunkan atau didiamkan saja ? segera bangunkan anak / keluarga kita dan terangkan kepada mereka bahwa api neraka lebih panas dari api dunia. Dan perlu dipahami bahwa orang yang rajin sholat maka akan Allah SWT jamin rezekinya. Insya Allah.

Pada sesi terakhir sambutan dari KH. DR. Marullah Matali, Lc, M.Ag, yang menerangkan; perkara kehidupan manusia akan berkah manakala kita berilmu, sekalipun sudah meninggal dunia maka nama kita tidak akan pernah dilupakan. Sedangkan jika hidup kita tidak berilmu jangankan sudah meninggal, masih hidup aja akan dilupakan. Saya sedikit ingin berbagi pengalaman sekaligus memberikan tips “Solusi Hidup Terbaik”.

Dalam sebuah kisah, saat Rasulullah Saw menuju Kota Madinah dan naik onta, kaum Anshar merasa senang dan berebut menawarkan diri agar Rasulullah Saw singgah ke rumah mereka. Bahkan diterangkan dalam kisah mereka saling serobot menggelendeng / menuntun onta Rasulullah Saw menuju rumah mereka, dengan harapan Rasulullah Saw akan mengikutinya. Akan tetapi tidak demikian, karena Rasulullah Saw segera mencegah mereka dan memerintahkan agar ontanya dibiarkan memilih tempat istirahatnya sendiri, dan di sanalah Rasulullah Saw akan singgah. Subhanallah.

Jadi intinya Adalah, biarkan saja hidup kita ini Allah Ta’ala yang menuntun, maka dengan itulah kita ikuti tuntunan-Nya. Ibaratkan HP kemudian di WA ada pesen dari orang lain. Jika tidak kita buka atau baca maka contreng akan tetap hitam.

Tetapi, jika pesen dibuka dan dibaca maka akan berubah warna biru, seperti itulah ketika kita membaca pesan yang Allah Ta’ala kirim berupa Al-Qur’an.

Allah Ta’ala mengirimkan pesan berupa Al-Qur'an, jika tidak kita baca maka Allah Ta’ala akan melihat belum dibaca, jika kita buka dan baca Al-Qur'an maka akan tercontreng warna biru berarti hamba ini sudah membaca pesan Allah SWT (Al-Qur'an).

Jadi itulah gambaran logika manusia yang menggunakan teknologi berupa alat komunikasi dan media sosial. Kita akan mengetahui tujuan orang lain ketika kita membaca kiriman pesan / wa nya. Begitu juga Allah Ta’ala mengirimkan pesannya berupa Al-Qur’an yang menjadi pedoman kita untuk dibaca, apa saja pesan Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi kehidupan manusia. Sebagai penutup dari acara isra mi’raj ini adalah jadikan Al-Qur’an sebagai panduan hidup kita, sholat sebagai cara mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, dan terus jalin silaturrahmi bersama keluarga dan jamaah taklim nurul bayan sehingga Allah Ta’ala akan memberikan jalan kemudahan untuk kehidupan kita di dunia dan akhirat, insya Allah.

Penutup Do’a yang dibacakan oleh KH. Abdul Halim, semoga keberkahan, keridhoan dan maghfirah Allah Ta’ala terus mengalir kepada (Alm) Abuya KH. Zarkasih Amin dan kita semuanya yang hadir. Amin ya robbal ‘alamin.

Liputan: Sekretaris DMI Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)

Instagram Feeds