Lihatlah bumi teduh ternaungi, kicau burung bersahut memecah sunyi, jangan hentikan dulu lafazh zikirmu, biarkan iramanya menghias pagi, jangan beranjak dulu kakimu sebelum petunjuk mengarahkan kemana jalan kebenaran.
Allah SWT berfirman, artinya: "orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan Dzikir kepada Allah, ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah hati menjadi tenang." (Q.S. Ar Ra'du: 28), ternyata ketenangan itu ada di hati, dan penyebabnya adalah dzikrullah apapun aktifitasnya.
Memaksa mata tuk mendengar bagai membakar dengar air, menuntut telinga tuk mencium bak bercermin di dinding, begitulah memburu bahagia di balik deposito, rekening ATM, di kendaraan mewah atau rumah megah semata sementara hati jauh dari dzikir kepada Allah Ta'ala.
Seperti besi yang dapat mengarat, demikian pula hati, dibiarkan lalaipun terancam karat apalagi dengan maksiyat. Namun hati yang selalu ingat akan menyuburkan cinta, dan menggelorakannya untuk bergerak, maka kerja yang disertai dzikir akan melejitkan stamina. Namun hati yang karat akan melemah dan orang yang lemah lebih banyak mengeluh, wajar bila selalu menjadi resah. Maka obati segeraโฆ..
Tulis Komentar